Selasa, 28 Agustus 2012

budaya


Pemanfaatan Situs Jejaring Sosial untuk Mengenalkan Budaya Indonesia
Negara Indonesia terdiri dari berbagai pulau menyebabkan keragaman budaya bangsa indonesia sangatlah melimpah, maka sulit bagi bangsa indonesia mengenal seluruh budayanya sendiri karena terpisah jarak. Mari coba kita menenggok sekilas, lihat batik, betapa indahnya batik itu, seninya, cara pembuatannya, sangatlah rumit dan tidak sembarangan orang dapat membuat, yang lain misalkan reog ponorogo yang pertama kali di temukan oleh orang ponorogo dengan singo barong nya yang terkenal itu (macan berkepala merak). Jika kita perhatikan sangatah susah orang melakukan tari itu dengan membawa beban berpuluh puluh kilogram dengan gigitan mulut. Akan tetapi sayangnya Reog ponorogo tersebut hanya menjadi tarian daerah saja yang terkesan kuno, norak dan tidak sedikit orang indonesia yang justru malu dengan budayanya sendiri, karena merasa tidak gaul dan tertinggal. Mereka lebih suka gaya bangsa barat yang di anggap lebih modern. kebanyakan genarasi muda bangsa kita lebih suka bermain internet seperti facebook, twitter dan fiendster. Padahal, jika orang luar negeri melihat budaya kita mereka sangatlah tertarik dan ingin mengakui sebagai nudaya aslinya.
Kemajuan di bidang IT saat seperti adanya banyak situs jejaring sosial yang memudahkan komunikasi satu sama lain, sayangnya hal tersebut hanya dimanfaatkan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat seperti chatingan dengan teman, pacaran, cari kenalan dan yang paling lucu, kaum muda sering update status yang kurang bermanfaat dan berisi banyak keluhan. Kemajuan teknologi yang tidak dimanfaatkan dengan benar hanyalah membuat generasi muda mendapat sesuatu yang membosankan, padahal jika mereka bisa melihat keindahan budaya bangsa ini, generasi muda tidak akan mengalami hal sedemikian rupa.
Pemanfaatan IT yang tepat akan mampu menjujung budaya, misalkan kita dapat menggunakan situs jejaring sosial untuk memperkenalkan budaya kita ke seluruh dunia. Bisa dengan cara membuat facebook, twitter atau blog budaya di setiap daerah masing-masing sehingga kaum muda yang memiliki kebiasaan bermain fecebook bisa melihat dan mengenal sebuah budaya dari situs facebook. Dengan demikian kaum muda akan lebih mengenal atau paling tidak melihat budayanya sendiri. Survey membuktikan antara orang yang suka membuka facebook dengan orang yang suka membuka buku pelajaran masih banyak orang yang lebih suka membuka facebook. Hal ini sangat merugikan apabila tidak dimanfaatkan. Untuk memanfaatkan hal tersebut supaya menjadi kegiatan yang lebih bermanfaat terhadap budaya kita, maka bisa dilakukan dengan pembuatan situs jejaring sosial setiap budaya. Dengan demikian orang-orang yang sudah melihat budaya dari situs jejaring sosial yang ingin menetahui lebih daklam tentang seluk beluk budaya itu bisa membuka di blog budaya itu, mengingat juga sekarang banyak anak-anak kecil yang sudah memiliki blog untuk bermain-main saja, kenapa kita tidak menggunakan ini untuk memperkenalkan budaya kita kepada dunia?
Setiap orang dapat membuat e_mail, facebook, twitter, blog sebanyak yang mereka mau secara mudah, murah dan juga bebas asal mau bermain dengan dunia maya. Bagaimana lagi kita mengenalkan budaya kita? Perlukah melakukan pertujukan dari panggung ke panggung dengan menghabiskan waktu dan biaya yang banyak? Atau menunggu daerah kita diliput oleh stasiun televisi supaya budaya kita bisa muncul di televisi satu kali saja? Atau menunggu negara lain yang memperkenalkan budaya kita baru kita sadar bahwa budaya kita sangat berharga?