Pemanfaatan Situs
Jejaring Sosial untuk Mengenalkan Budaya Indonesia
Negara
Indonesia terdiri dari berbagai pulau menyebabkan keragaman budaya bangsa
indonesia sangatlah melimpah, maka sulit bagi bangsa indonesia mengenal seluruh
budayanya sendiri karena terpisah jarak. Mari coba kita menenggok sekilas,
lihat batik, betapa indahnya batik itu, seninya, cara pembuatannya, sangatlah
rumit dan tidak sembarangan orang dapat membuat, yang lain misalkan reog ponorogo
yang pertama kali di temukan oleh orang ponorogo dengan singo barong nya yang terkenal itu (macan berkepala merak). Jika
kita perhatikan sangatah susah orang melakukan tari itu dengan membawa beban
berpuluh puluh kilogram dengan gigitan mulut. Akan tetapi sayangnya Reog
ponorogo tersebut hanya menjadi tarian daerah saja yang terkesan kuno, norak
dan tidak sedikit orang indonesia yang justru malu dengan budayanya sendiri,
karena merasa tidak gaul dan tertinggal. Mereka lebih suka gaya bangsa barat
yang di anggap lebih modern. kebanyakan genarasi muda bangsa kita lebih suka
bermain internet seperti facebook,
twitter dan fiendster. Padahal,
jika orang luar negeri melihat budaya kita mereka sangatlah tertarik dan ingin
mengakui sebagai nudaya aslinya.
Kemajuan
di bidang IT saat seperti adanya banyak situs jejaring sosial yang memudahkan
komunikasi satu sama lain, sayangnya hal tersebut hanya dimanfaatkan untuk
hal-hal yang kurang bermanfaat seperti chatingan
dengan teman, pacaran, cari kenalan dan yang paling lucu, kaum muda sering update status yang kurang bermanfaat dan
berisi banyak keluhan. Kemajuan teknologi yang tidak dimanfaatkan dengan benar
hanyalah membuat generasi muda mendapat sesuatu yang membosankan, padahal jika
mereka bisa melihat keindahan budaya bangsa ini, generasi muda tidak akan
mengalami hal sedemikian rupa.
Pemanfaatan
IT yang tepat akan mampu menjujung budaya, misalkan kita dapat menggunakan
situs jejaring sosial untuk memperkenalkan budaya kita ke seluruh dunia. Bisa dengan
cara membuat facebook, twitter atau blog budaya di setiap daerah
masing-masing sehingga kaum muda yang memiliki kebiasaan bermain fecebook bisa melihat dan mengenal
sebuah budaya dari situs facebook.
Dengan demikian kaum muda akan lebih mengenal atau paling tidak melihat
budayanya sendiri. Survey membuktikan antara orang yang suka membuka facebook dengan orang yang suka membuka
buku pelajaran masih banyak orang yang lebih suka membuka facebook. Hal ini sangat merugikan apabila tidak dimanfaatkan.
Untuk memanfaatkan hal tersebut supaya menjadi kegiatan yang lebih bermanfaat
terhadap budaya kita, maka bisa dilakukan dengan pembuatan situs jejaring
sosial setiap budaya. Dengan demikian orang-orang yang sudah melihat budaya
dari situs jejaring sosial yang ingin menetahui lebih daklam tentang seluk
beluk budaya itu bisa membuka di blog
budaya itu, mengingat juga sekarang banyak anak-anak kecil yang sudah memiliki
blog untuk bermain-main saja, kenapa kita tidak menggunakan ini untuk
memperkenalkan budaya kita kepada dunia?
Setiap
orang dapat membuat e_mail, facebook,
twitter, blog sebanyak yang mereka mau secara mudah, murah dan juga bebas
asal mau bermain dengan dunia maya. Bagaimana lagi kita mengenalkan budaya
kita? Perlukah melakukan pertujukan dari panggung ke panggung dengan
menghabiskan waktu dan biaya yang banyak? Atau menunggu daerah kita diliput
oleh stasiun televisi supaya budaya kita bisa muncul di televisi satu kali
saja? Atau menunggu negara lain yang memperkenalkan budaya kita baru kita sadar
bahwa budaya kita sangat berharga?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar